Translate

PENGIKUT

PROFIL SAYA

Foto saya
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Lahir di Palembang pada 25 April 1954. Sekarang berdomisili di Yogyakarta. Situs yg dikelola: 1.Halaman facebook "Nuansa Spiritual" (facebook.com/mharunnoengtjik); 2. Blogger "al-Qur'an dan Sains" (mharunn.blogspot.com); 3. Blogger "MHarunN's Tweet" (mhntweet.blogspot.com); 4. Blogger "Advokasi Hukum" (mharunn2.blogspot.com); 5. User Facebook "Muhammad Harun" (facebook.com/harunmhmmd); 6. User Twitter MHarunN (@MHarunN); 7. User You Tube "MHarunN"; dll.

Sabtu, 10 September 2011

PERJALANAN MATAHARI

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS. Yasin:38)

Berdasarkan perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi kita, matahari berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju Solar Apex, suatu tempat pada bidang angkasa yang dekat dengan bintang Vega. (Ini berarti matahari bergerak sejauh kira-kira 720.000x24 = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang bergantung padanya.)
Langit Tujuh Lapis

"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi." (QS. Ath-Thalaq:12)
Dalam Al Quran Allah menyebutkan tujuh surga atau langit. Ketika ditelaah, atmosfer bumi ternyata terbentuk dari tujuh lapisan. Di atmosfer terdapat suatu bidang yang memisahkan lapisan dengan lapisan. Berdasarkan Encyclopedia Americana (9/188), lapisan-lapisan yang berikut ini bertumpukan, bergantung pada suhu.

Lapisan pertama TROPOSFER: Lapisan ini mencapai ketebalan 8 km di kutub dan 17 km di khatulistiwa, dan mengandung sejumlah besar awan. Setiap kilometer suhu turun sebesar 6,5 C, bergantung pada ketinggian. Pada salah satu bagian yang disebut tropopause, yang dilintasi arus udara yang bergerak cepat, suhu tetap konstan pada -57 C.

Lapisan kedua STRATOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 50 km. Di sini sinar ultraviolet diserap, sehingga panas dilepaskan dan suhu mencapai 0 C. Selama penyerapan ini, dibentuklah lapisan ozon yang penting bagi kehidupan.

Lapisan ketiga MESOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 85 km. Di sini suhu turun hingga -100 C.

Lapisan keempat TERMOSFER: Peningkatan suhu berlangsung lebih lambat

Lapisan kelima IONOSFER: Gas pada lapisan ini berbentuk ion. Komunikasi di bumi menjadi mungkin karena gelombang radio dipantulkan kembali oleh ionosfer.

Lapisan keenam EKSOSFER: Karena berada di antara 500 dan 1000 km, karakteristik lapisan ini berubah sesuai aktivitas matahari.

Lapisan ketujuh MAGNETOSFER: Di sinilah letak medan magnet bumi. Penampilannya seperti suatu bidang besar yang kosong. Partikel subatom yang bermuatan energi tertahan pada suatu daerah yang disebut sabuk radiasi Van Allen.

Sumber: HarunYahya.Com

Jumat, 09 September 2011

GUNUNG MENCEGAH GEMPA BUMI

"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang." (QS. Luqman:10)
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An-Naba:7)


Informasi yang diperoleh melalui penelitian geologi tentang gunung sangatlah sesuai dengan ayat Al Quran. Salah satu sifat gunung yang paling signifikan adalah kemunculannya pada titik pertemuan lempengan-lempengan bumi, yang saling menekan saat saling mendekat, dan gunung ini "mengikat" lempengan-lempengan tersebut. Dengan sifat tersebut, pegunungan dapat disamakan seperti paku yang menyatukan kayu.

Selain itu, tekanan pegunungan pada kerak bumi ternyata mencegah pengaruh aktivitas magma di pusat bumi agar tidak mencapai permukaan bumi, sehingga mencegah magma menghancurkan kerak bumi.

Sumber: HarunYahya.Com

AIR LAUT TIDAK SALING BERCAMPUR

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS. Ar-Rahman:19-20)

Harun Yahya menjelaskan, "pada ayat di atas ditekankan bahwa dua badan air bertemu, tetapi tidak saling bercampur akibat adanya batas. Bagaimana ini dapat terjadi? Biasanya, bila air dari dua lautan bertemu, diduga airnya akan saling bercampur dengan suhu dan konsentrasi garam cenderung seimbang. Namun, kenyataan yang terjadi berbeda dengan yang diperkirakan. Misalnya, meskipun Laut Tengah dan Samudra Atlantik, serta Laut Merah dan Samudra Hindia secara fisik saling bertemu, airnya tidak saling bercampur. Ini karena di antara keduanya terdapat batas. Batas ini adalah gaya yang disebut "tegangan permukaan"."

Sumber: http://www.harunyahya.Com

KBI-18

..., perlu diingat bahwa Al Quran bukanlah buku ilmu pengetahuan. Tujuan diturunkannya Al Quran adalah sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat-ayat berikut:
"Alif lam ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan Yang Mahakuasa lagi Maha Terpuji." (QS. Ibrahim: 1)

"… untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir." (QS. Al Mu'min: 54)
Singkatnya, Allah menurunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi orang-orang beriman. Al Quran menjelaskan kepada manusia cara menjadi hamba Allah dan mencari ridha-Nya.

Sumber: HarunYahya.Com

HARUN YAHYA, "DUA KODE DALAM BESI"

Besi adalah satu dari empat unsur yang paling berlimpah di bumi. Selama berabad-abad besi merupakan salah satu logam terpenting bagi umat manusia. Ayat yang berkenaan dengan besi adalah sebagai berikut:

"…Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia." (QS. Al Hadid:25)

Ayat ini melibatkan dua kode matematika yang sangat menarik.

"Al Hadid" (besi) adalah surat ke-57 di dalam Al Quran. Nilai numerik (dalam sistem "Abjad" Arab, setiap huruf memiliki nilai numerik) huruf-huruf dari kata "Al Hadid" jumlahnya sama dengan 57, yakni nomor massa besi.

Nilai numerik (Abjad) dari kata "Hadid" (besi) sendiri, tanpa penambahan "al", jumlahnya 26, yakni nomor atom besi.

Sumber: HarunYahya.Com

Kamis, 08 September 2011

WAFIQ AZIZAH - SEBATANG POHON


WAFIQ AZIZAH - BINTI SYALBIAH


NASYID - DOA PERPISAHAN

AL-WASILAH


YA NABI SALAM ALAIKA - ASYIQIN AN NABI

BACALAH DENGAN NAMA TUHANMU

KH AHMAD SANUSI ABDULLAH


USTADZ AZHAR


USTADZ CEPOT


MAMA DEDE

BACALAH DENGAN NAMA TUHANMU

USTADZ SOLMED

BACALAH DENGAN NAMA TUHANMU

ABDULLAH GYMNASTIAR, "MENGELOLA KEINGINAN"

Ceramah KH. Zainuddin MZ (1)


KBI-17

"Saya telah membaca buku at-Tanukhi yang berjudul al-Farj Ba'dasy Syiddah, dan saya berusaha membacanya berkali-kali. Akhirnya saya menyimpulkan tiga hal:

Pertama: Adanya jalan keluar setelah kesulitan adalah sunnah yang telah berlangsung lama dan merupakan kepastian yang telah diterima secara umum. Contohnya, datangnya subuh adalah pasti setelah malam usai.

Kedua: Hal-hal yang tidak disukai justru akan banyak memberikan manfaat dan faedah yang lebih bagus dan lebih baik terhadap hamba dalam kehidupan beragama dan keduniaannya, dari pada hal-hal yang disukai.

Ketiga: Yang memberikan manfaat dan menolak mudharat sebenarnya adalah Allah Yang Maha Tinggi. Dan ketahuilah bahwa apa yang akan menimpa diri Anda tidak akan menimpa orang lain dan apa yang tidak menimpa diri Anda tidak akan pernah menimpa Anda."

Sumber: Dr. 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan Bersedih!" (terjemahan)






Rabu, 07 September 2011

KBI-16

Teknologi penggunaan cahaya kunang-kunang dalam beragam bidang oleh para pakar  pastilah bukti akan kesempurnaan penciptaan kunang-kunang yang tak dapat dibuat oleh para pakar tersebut, dan mengilhami teknologi mereka. Semua ini merupakan cerminan kecerdasan tak tertandingi dari sang Pencipta, Allah SWT. Dialah Yang Maha Pemurah, yang menciptakan segala makhluk agar dipikirkan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia. Seharusnyalah manusia mengagungkan Allah, menghamba dan bersyukur kepadaNya. 

(Dr. Tati S. Subahar, staf pengajar di Jurusan Biologi, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa 10, Bandung – 40132. Tel./fax. (022) 2500258, e-mail tati@bi.itb.ac.id).

KBI-15

Jika pikiran seseorang itu telah mantap terhadap Penciptanya, maka dia akan tahu bahwa ujian itu akan mendatangkan kebaikan baginya, atau menghilangkan dosa besar darinya. Dengan demikian ia akan selalu mendapatkan keuntungan yang terus berkelanjutan dan faedah yang tak pernah berhenti.

Namun sebaliknya, jika pikirannya tercurah untuk sesama makhluk, maka akan banyak sisi negatifnya, dan akan banyak kepura-puraannya. Dia akan bosan dengan posisinya yang selalu gagal mencapai yang diinginkannya. Dia merasa terlalu lama dengan ujian yang menimpanya, yang diharapkan akan segera berakhir. Dan, dia takut dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Padahal bisa saja semua itu tidak terjadi padanya.

Munajat itu dikatakan benar bila dilakukan antara seorang hamba dengan Rabbnya, karena dia sadar bahwa ada sesuatu yang sangat rahasia dan dia percaya terhadap apa yang dikatakan oleh kata hatinya. Sedangkan munajat yang dilakukan antara seseorang dengan sesamanya lebih sering menyakitkan, dan tidak menyentuh kemashlahatan.

Allah memiliki rahmat yang diberikan kepada orang yang telah merasa putus asa kepada-Nya. Rakhmat itu akan diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kepada-Nya ada harapan untuk mendekatkan jalan keluar, dan memudahkan urusan. Cukuplah Allah bagiku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.

Sumber: Dr. 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan Bersedih!"


KBI-14

Kesulitan itu adalah celah yang dengannya Anda dapat melihat sesuatu yang tidak bisa Anda lihat dengan kenikmatan. (Dan) sendi kemashlahatan dalam kesulitan itu ada dua: Yang paling kecil adalah kekuatan hati orang yang terkena kesulitan itu atas apa yang menimpanya. Yang terbesar adalah menyerahkan sepenuhnya kepada Dzat Yang memilikinya dan Dzat yang memberi rizki. {Azdasyir dalam Dr. 'Aidh al-Qarni, "Laa Tahzan Jangan Bersedih!"






KBI-13

Kesulitan yang datang sebelum kemudahan itu laksana rasa lapar yang datang sebelum adanya makanan. Sehingga letak kesulitan itu akan tepat beriringan dengan datangnya kemudahan setelah itu, dan makanan akan terasa lezat dimakan ketika bersama rasa lapar. {Bazar Jamhar dalam Dr. 'Aidh al-Qarni, "Laa Tahzan Jangan Bersedih!"}

Selasa, 06 September 2011

KBI-12

Manusia telah mengetahui bahwa pemecahan masalah, yakni lenyapnya kesedihan dan kepedihan, dengan sesuatu yang sebaliknya, adalah sesuatu yang pasti adanya. Ia tahu bahwa lenyapnya malam menandakan munculnya siang. Namun kelemahan tabiat manusia selalu saja mengiringi jiwa pada saat terjadinya bencana. Jika tidak diobati maka akan bertambahlah penyakitnya, dan akan semakin besar cobaannya. Masalahnya adalah bahwa jiwa harus diberi kekuatan baru pada saat  berada dalam kesulitan. Karena bila tidak disuntik dengan kekuatan baru, jiwa akan dipenuhi keputus-asaan, yang selanjutnya akan menghancurkan dirinya sendiri.

Merenungkan bab ini, bab tentang orang yang mendapat cobaan lalu bersabar, dan buah dari sabar itu adalah akibat yang baik, adalah merupakan hal yang dapat menguatkan jiwa dan mendorongnya untuk terus bersabar dan menjaga sikap kepada Rabb berupa berbaik sangka akan terpenuhinya kebaikan setelah ujian berlalu.

Sumber: Ahmad bin Yusuf dalam Dr. 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan Bersedih!"


Syair Kalidasa


oleh Nuansa Spiritual pada 29 April 2011 jam 5:08

Syair Kalidasa

Salam buat Sang Fajar!
Lihatlah hari ini!
Ia adalah kehidupan, kehidupan dari kahidupan.
Dalam sekejap ia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. 
Nikmat pertumbuhan. 
Pekerjaan yang indah. 
Indahnya kemenangan. 
Hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi. 
Esok hari hanyalah bayangan. 
Namun, ketika Anda hidup sempurna, 
hari ini telah membuat hari kemarin sebagai impian yang indah. 
Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harapan. 
Maka lihatlah hari ini. Inilah salam untuk Sang Fajar.

Sumber: Dr. 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan Bersedih!"

SYAIR AL-HUSEIN BIN MATHIR AL-ASADI

oleh Nuansa Spiritual pada 30 April 2011 jam 5:00

Syair al-Husein bin Mathir al-Asadi

Jika Allah memudahkan perkara, maka mudahlah ia. Kekuatannya akan meleleh dan kerumitannya akan hancur. Betapa banyak orang menginginkan sesuatu, namun tak jua mendapatkannya. Betapa banyak orang yang sudah putus asa, namun kemudian datang kegembiraan. Sungguh banyak yang ketakutan menjadi menakutkan, yang miskin menjadi kaya, dan peristiwa pahit berubah manis. Mungkin dunia berubah, yang kaya berbalik menjadi fakir, yang fakir menjadi kaya. Sungguh banyak yang hidup sengsara tiba-tiba sejakhtera.


Sumber: 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan Bersedih!"

KEKAISARAN BIZANTIUM

Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.
"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.
Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.
Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.
Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".
Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.
Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.
Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi

SUMBER: HARUN YAHYA, KEAJAIBAN AL-QUR'AN.COM

KBI-11

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] Telah menceritakan kepadaku [Abu At Tayyah] dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

Permudahlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari. {Hadits Nomor 67 Shahih Bukhari dalam lidwa.com/app/}

KAUM MUSLIMIN MEMASUKI MASJIDIL HARAM

Sisi keajaiban lain dari Al Qur'an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:
"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat." (Al Qur'an, 48:27)
Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.
Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur'an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab "titik terendah" disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.

SUMBER: HARUN YAHYA DALAM KEAJAIBAN AL-QUR'AN.COM

MANFAAT AIR SUSU IBU

republika.co.id
newborn-babies.net
Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI)
Pentingnya ASI bagi bayi (ilustrasi).
Minggu, 14 Agustus 2011 10:23 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, yaitu rahim. Hal itu terjadi, karena desakan otot-otot rahim yang mendorong dan memaksa janin untuk keluar.

Selama dalam kandungan atau rahim, janin mendapatkan makanan berdasarkan apa yang dikomsumsi ibunya yang disalurkan melalui plasenta atau ari-ari. Begitu juga dengan kotorannya, juga dikeluarkan melalui plasenta ini. Setelah janin keluar dari rahim ibunya, selanjutnya ia mengandalkan makanannya dari air susu ibunya (ASI), yang keluar karena desakan hormon-hormon yang terdapat pada kelenjar payudaranya.

ASI ini, mengandung berbagai unsur makanan yag dibutuhkan bayi untuk membantu perkembangannya. Selain itu, ASI juga mengandung banyak vitamin, kadar lemak dan unsur-unsur makanan yang lainnya. Berdasarkan hal ini, maka kita bisa mengatakan bahwa ASI merupakan makanan sempurna yang mengandung berbagai zat makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh makhluk hidup, sehingga metabolisme tubuhnya bisa berjalan lancar dan perkembangan badannya berlangsung dengan baik.

Beberapa pusat penelitian pun, telah banyak mengadakan eksperimen untuk membuat ASI tiruan, melalui uji coba bahan-bahan kimiawi yang disuntikkan ke dalam kelenjar susu pada beberapa binatang menyusui. Maksud dari eksperimen ini, adalah untuk membuat susu buatan yang memiliki kandungan kimiawi yang sama dengan susu murni (ASI). Dan hasilnya, seperti yang kita dapatkan sekarang ini, di pasaran banyak terdapat susu buatan yang dijual di toko-toko, baik untuk komsumsi bayi, maupun anak-anak, bahkan untuk orang dewasa.

Namun para ilmuwan berdasarkan penelitian yang mereka lakukan menegaskan, bahwa susu buatan mustahil dapat menggantikan fungsi susu murni, karena kandungan yang dimiliki keduanya tidak bisa sama persis. Tentunya, pengakuan di atas, menunjukkan kegagalan susu buatan dalam memainkan perannya sebagai pengganti susu murni (ASI).

Bahkan beberapa penelitian telah dilakukan untuk menganalisa kandungan zat yang terdapat dalam susu buatan. Hasil dari penelitan itu menyatakan bahwa susu buatan tidak aman dan memiliki kemungkinan untuk mengandung bahan-bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan sel tubuh.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, beberapa pusat penelitian menyeru dan mengkampanyekan slogan back to basic. Di mana mereka mengajurkan para ibu untuk memberikan susu murni (ASI) kepada anak mereka dengan menyusuinya langsung. Hal itu dapat menyelamatkan bayi mereka, sekaligus menyelamatkan generasi yang akan datang dari cacat tubuh yang diakibatkan oleh komsumi susu buatan, atau kurangnya bayi dalam mengkomsumsi susu murni (ASI).

Tindaklanjut dari seruan di atas, mendorong sebagian ilmuwan untuk mengadakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ‘waktu ideal’ dalam menyusui seorang bayi. Di salah satu pusat penelitian yang terdapat di Kanada, telah dilakukan penelitian yang meliputi seratus lima puluh bayi yang ditempatkan bersama ibu mereka di suatu tempat dengan mendapatkan pengawasan penuh dari para ahli. Dengan tujuan, menghitung dan mengira-ngira ‘waktu ideal bagi penyusuan bayi’. Hal itu dilakukan dengan menghitung rata-rata pertumbuhan dan perkembangan bayi, sebagai akibat dari susu ASI yang mereka komsumsi setiap hari.

Hasil penelitian di atas, membuktikan bahwa waktu ideal bagi para ibu dalam menyusui mereka, dikaitkan dengan perkembangan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka adalah kira-kira dua tahun atau kurang sedikit.

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang memuaskan, para ilmuwan melakukan variasi eksperimen dengan mengurangi masa penyusuan bagi sebagian anak. Dan hasilnya menyatakan bahwa anak-anak yang dikurangi masa penyusuannya, mengalami ganguan dalam perkembangan biologisnya. Begitu juga dilakukan eksperimen dengan menambah masa penyusuan pada sebagian anak.

Dan hasilnya membuktikan bahwa anak-anak yang ditambah masa penyusuannya, juga mengalami gangguan pada perkembangan biologisnya dengan terjadinya penumpukan sebagian bahan atau zat pada sel tubuh yang tidak bisa dicernanya atau tidak bisa dibuang keluar.  Khusus untuk eksperimen yang terakhir, pemberian kadar susu yang diberikan kepada anak-anak yang ditambahi masa penyusuannya adalah kadar yang sama yang diberikan kepada anak-anak yang lain.

Berdasarkan beberapa penelitian di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pemberian susu murni (ASI) pada bayi, merupakan dasar bagi perkembangan mereka, hingga mereka bisa tumbuh secara alami. Adapun masa ideal untuk menyusui mereka adalah dua tahun atau kurang sedikit. Di mana masa menyusui ini, tidak boleh dipercepat atau dikurangi, karena bisa mengganggu pertumbuhan beberapa sel.

Kalau kita perhatikan Alquran, kita akan menemukan petunjuk tentang masa ideal bagi penyusuan bayi ini, pada ayat 14 dari surah Luqman. Allah SWT berfirman: "Dan menyapihnya dalam dua tahun."

Ungkapan Alquran "dalam dua tahun" menunjukkan bahwa penyapihan bayi (diputusnya masa penyusuan bayi oleh ibunya) dilakukan dalam rentang waktu dua tahun, yang mengandung arti bahwa masa penyapihan itu berlangsung selama dua tahun atau kurang sedikit. Dan hal itu tidak berarti penyapihan harus dilakukan tepat dua tahun.

Berdasarkan ayat ini juga, kita bisa mengambil kesimpulan tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi yang dilakukan selama masa dua tahun atau lebih. Petunjuk Alquran yang didukung oleh penelitian ilmiah dari para ahli ini, mengharuskan para ibu untuk mengikuti petunjuknya, agak anak yang mereka susui, bisa tumbuh sehat. Sehingga nantinya, bisa tumbuh kuat dan bermanfaat bagi masyarakatnya serta dapat menjalankan peranannya sebagai khalifah di muka bumi.
   
Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

KBI-10

Evolusi adalah sebuah dogma yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan empiris. Asal usul kehidupan hanya dapat dijelaskan dengan campur tangan sebuah kekuatan supranatural. Kekuatan supranatural tersebut adalah penciptaan Allah, yang menciptakan seluruh jagat raya dari ketiadaan. Dari sisi termodinamika, ilmu pengetahuan membuktikan bahwa evolusi adalah mustahil, dan keberadaan kehidupan hanya dapat dijelaskan dengan Penciptaan. {Harun Yahya}

ANTARA BIMBINGAN RASUL DAN ILMU BUMI

republika.co.id
phototravels.net
Sunnah dan Sains: Antara Bimbingan Rasul dan Ilmu Bumi
Ilustrasi


Senin, 05 September 2011 08:25 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Di antara mukjizat dalam ilmu pengetahuan pada sunnah adalah sabda Rasulullah, "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga tanah Arab kembali menjadi padang rerumputan atau perkebunan." (HR Muslim)

Dalam hadits ini, Rasulullah bersabda "sehingga tanah Arab kembali" maksudnya tanah jazirah Arab. Adapun makna sabda Rasul SAW "sehingga kembali" yaitu bahwa dahulu tanah Arab dipadati oleh rerumputan dan perkebunan, dan nanti tanah Arab akan kembali seperti semula.

Pembuktian hadits ini, bahwa berkat kemajuan teknologi dan ilmu geologi serta kemajuan teknologi riset, para ahli geologi memprediksi bahwa sebagian daratan Arab pada masa dahulu adalah tanah yang subur untuk pertanian dan perkebunan.

Sungguh dahulu tanah Arab sangat subur dan bukan gurun pasir yang tandus. Akan tetapi perubahan iklim menyebabkan kekeringan air yang mengakibatkan padang yang tadinya subur menjadi gurun pasir yang tandus.

Lalu para ahli geologi menyebutkan bahwa tanah ini akan mengalami perubahan iklim yang dapat mengembalikan tanah tersebut seperti sedia kala.

Semua makna ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW yang sangat singkat dan padat. Walaupun beliau bukan seorang yang ahli dalam ilmu geologi atau ilmu lainnya. Ini menegaskan kebenaran risalah Rasulullah SAW.
Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Minggu, 04 September 2011

AN-NISA 56


26 Agustus 2011 jam 20:22
Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam. Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berikut; "Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Sumber: http://harunnung.multiply.com

USTADZ BACHTIAR NASIR, "MUHASABAH-2"

BACALAH DENGAN NAMA TUHANMU

USTADZ BACHTIAR NASIR, "MUHASABAH-1"

RELATIVITAS WAKTU

24 Februari 2011 jam 19:01
Keajaiban Alqur'an ۩۞۩ Bukti-Bukti Bahwa Qur'an Adalah Kalam Allah ۩۞۩ 
04 Oktober 2010 jam 13:21

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.

Tapi ada perkecualian. Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

- "Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 22:47)

- "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)

- "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun."
(Al Qur'an, 70:4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama.

"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (Al Qur'an, 23:122-114)

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur'an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur'an adalah Kitab Suci.

Editor : M. Harun N

KBI-09

FATWA 'AIDH AL-QARNI (2)

Jangan bersedih karena bencana, sebab ada rahasia di balik semua itu.

Sumber: Dr. 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan Bersedih"

TEROMPET YANG AKAN DITIUP MALAIKAT ISRAFIL

18 Agustus 2011 jam 15:43
Setelah penulis ajak pembaca berjalan-berjalan di ruang angkasa dari satu planet ke planet yang lain dan dari satu benda angkasa ke benda angkasa yang lain dan juga telah ditunjukkan betapa besarnya alam semesta ciptaan Allah ini, selanjutnya penulis ajak untuk merenungkan seberapa besar terompet yang akan ditiup oleh Malaikat Israfil. Sebelum mengkaji seberapa besar terompet yang akan ditiup Malaikat Israfil, terlebih dahulu marilah kita bahas apa makna terompet yang disebutkan pada beberapa ayat Al Qur’an? Dalam sejarah manusia khususnya jaman kerajaan, terompet sering digunakan sebagai alat untuk pengumuman tentang sesuatu hal dari Sang Raja atau juga untuk memberikan tanda bahwa para pengawal kerajaan untuk berkumpul. Demikian juga Kerajaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta dan ciptaannya. Ketika Hari Akhir saatnya tiba, maka terompet akan ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya. Kemudian ketika Allah akan mengumpulkan dan menghidupkan kembali seluruh manusia untuk menghadapi pengadilan Allah, terompet juga ditiup untuk kedua kalinya.
Para ilmuan tidak ada habis-habisnya meneliti dan memikirkan keberadaan alam semesta ini, dari mengamati bumi beserta isinya termasuk diri manusia itu sendiri, sampai benda-benda di luar angkasa bahkan sampai memprediksi bentuk alam semesta ciptaan Allah ini. Gambar-gambar yang dapat dilihat pada www.rense.com/general72/size.htm hanyalah merupakan bagian kecil dari benda-benda yang ada di alam semesta ini yang berhasil diamati manusia. Semua benda-benda tersebut tentunya berada dalam suatu ruang yang disebut alam semesta yang diasumsikan oleh para ilmuan ada batasnya. Berkaitan dengan hal ini, para ilmuan mencoba memprediksi bentuk alam semesta melalui pengamatan atau data-data yang dikumpulkan dengan peralatan canggih yang ada.
Pada awalnya para ilmuan memprediksi bahwa bentuk alam semesta ini adalah datar atau “flat”.  Kemudian ilmuan dari Inggris memprediksi lagi bahwa bentuk alam semesta adalah seperti bola sepak. Prediksi bentuk alam semesta seperti bola sepak sebenarnya sebuah perkiraan yang bagus sebagai bagian dari teori alam semesta yang terbatas (finite universe theory). Akan tetapi berdasarkan data-data terbaru khususnya tentang “background radiation” yang dikumpulkan para ilmuan tidak mendukung prediksi tersebut teori tersebut. Dengan data-data terbaru yang dikumpulkan oleh sebuah alat milik NASA bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob (WMAP)” Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, yang memimpin sekelompok ilmuan mengajukan bentuk alam semesta yang sungguh mengejutkan. Profesor Steiner dan kelompoknya mengklaim bahwa alam semesta berbentuk seperti terompet. Bentuk ini cocok dengan hasil observasi (data yang dikumpulkan). Pada ujung depan terompet merupakan bagian alam semesta yang dapat diobservasi manusia (observable) dan semakin ke ujung belakang dari terompet tersebut adalah bagian alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable). (Lihat Gambar). Sekarang marilah kita tengok salah satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang terompet, misalnya QS An-Naml ayat 87: “Dan pada hari (ketika) TEROMPET ditiup, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri” (QS 27:87).
Apa yang bisa kita tafsirkan dari ayat tersebut? Jika hasil temuan para ilmuan tersebut kita gunakan sebagai dasar untuk menafsirkan ayat tersebut, maka yang dimaksud terompet adalah alam semesta ini yang bentuknya menyerupai terompet. Jadi ketika terompet (baca alam semesta dan seluruh isinya) ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya maka saat itulah “timing” dari berakhirnya kehidupan manusia dan hancurnya alam yang fana ini atau yang disebut sebagai Hari Akhir. Dalam beberapa ayat lain, terompet ini akan ditiup untuk yang kedua kalinya yang menandai dibangkitkannya manusia dari kematian untuk menghadapi pengadilan Allah, dan inilah yang dinamakan sebagai Hari Kiamat (Hari Kebangkitan). Sebagai catatan, sebenarnya menurut Al Qur’an ada urutan kejadian berkenaan dengan hari akhir yang diawali dengan hancurnya alam semesta dan berakhirnya kehidupan dunia ini (dalam Al Qur’an salah satunya merujuk pada kata “as-saa’ah” atau Waktu dimulainya kehidupan akhirat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang pertama kalinya) yang diikuti dengan dibangkitkannya dan dikumpulkannya manusia dari kematian (dalam Al Qur’an dikatakan dengan istilah “al-qiyaamah” atau hari Kiamat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang kedua kalinya)  untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya selama di dunia (salah satu istilah yang dipakai di Al Qur’an “yaumul fashl” atau hari penentuan).  Wallaahu a’lam bish shawab.

Sumber: http://alisaid.wordpress.com/2007/10/04/seberapa-besar-torompet-yang-akan-ditiup-malaikat-israfil/
Penyunting: M. Harun N.

Sabtu, 03 September 2011

TUMBUHAN DAN KEHENDAK YANG DIMILIKINYA

socialearth.org
Alquran dan Sains: Tumbuhan dan Kehendak yang Dimilikinya
Pepohonan (ilustrasi)

Kamis, 18 Agustus 2011 07:30 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk hidup terdiri dari batang tubuh dan berbagai jaringan sel dan sel. Sel tumbuh-tumbuhan ini mempunyai kelebihan dibandingkan sel makhluk hidup lainnya, di mana ia mempunyai lapisan plasma yang memiliki kemampuan untuk melakukan penyeleksian sesuai kehendaknya.

Plasma memiliki kebebasan untuk menyeleksi zat yang boleh dicerna oleh tumbuh-tumbuhan dan yang tidak boleh dicernanya. Plasma inilah yang berwenang untuk memasukkan sebagian zat ke batang tubuh dan menolak zat yang lainnya.

Dalam melakukan tugas penyeleksian ini, plasma memerhatikan semua zat yang masuk ke dalam sel tumbuh-tumbuhan yang akan digunakan dalam proses pencernaan untuk memproduksi energi yang dibutuhkannya. Karena untuk menunjang pertumbuhannya, tumbuh-tumbuhan memerlukan zat-zat makanan tertentu untuk pertumbuhan selnya dan untuk membantu proses pembuatan makanan yang dilakukan melalui klorofil.

Keperluan tumbuh-tumbuhan akan zat-zat makanan tertentu ini, harus sesuai dengan porsinya. Karena kalau dalam proses pembuatan makanan itu, unsur-unsur yang yang dimakannya melebihi kadar kemampuannya, maka hal itu bisa mengakibatkan bahaya tertentu yang berkaitan dengan batang tubuh dan fungsinya.

Bahkan bisa mengakibatkan tumbuh-tumbuhan itu terkena racun. Di sinilah peranan plasma dalam mengatur keluar-masuknya semua unsur yang boleh dimakan oleh tumbuh-tumbuhan sesuai ‘aturan’ yang ditentukan untuknya.
Peraturan itu juga akan nampak saat tumbuh-tumbuhan melalui plasma yang terdapat pada akarnya, menyeleksi semua zat yang diperlukannya untuk pembentukan inti sel dari unsur-unsur yang terdapat dalam tanah. Sehingga ia bisa menghasilkan buah-buahan yang memiliki rasa tertentu sesuai dengan jenis masing-masing tumbuh-tumbuhan.

Semua yang kita bicarakan di atas, telah diterangkan oleh Alquran sejak 14 abad yang lampau. Allah SWT berfirman dalam surah Ar-Ra’d ayat 4: "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir."

Berdasarkan ayat di atas, kelebihan yang dimiliki oleh salah satu tumbuh-tumbuhan dalam menyeleksi unsur bahan makanan yang diserapnya berpengaruh kepada rasa, kualitas dan warna dari buah-buah yang dihasilkannya.
Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

KESEIMBANGAN TUBUH

Republika Online
pegahoul.deviantart.com
Sunnah dan Sains: Keseimbangan Tubuh
Tubuh manusia (ilustrasi)

Selasa, 23 Agustus 2011 10:56 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Rasulullah SAW telah menegaskan dalam sabda-sabdanya tentang masalah keseimbangan biologi terhadap tubuh yaitu melalui tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Karena manusia harus menyeimbangkan porsi makan, minum dan oksigen (napas).

Karena yang demikian itu merupakan prasarat memperoleh keseimbangan biologis untuk menjaga vitalitas dan sinergi tubuh, maka makanan adalah keharusan agar tersedot oleh sel-sel tubuh untuk dilakukan proses asimilasi. Agar proses asimilasi ini berjalan optimal dibutuhkan air, karena proses asimilasi ini (merubah komposisi makanan yang menyatu kepada komposisi makanan yang terpecah-pecah) tidak akan sempurna kecuali berada di tengah-tengah cairan.

Kemudian akhir proses assimilasi akan terkemas dalam bentuk energi. Dan hal ini tidak akan terjadi kecuali jika berada dalam oksigen yang digunakan oleh sel-sel dalam proses oksidasi makanan untuk memperoleh energi yang cukup untuk mempertahankan vitalitas hidup. Jadi, keberadaan makanan, air dan oksigen sangat urgen untuk vitalitas hidup manusia, serta mesti adanya pendistribusian yang teratur terhadap ketiga komponen ini.

Dan perlu dijelaskan bahwa penambahan porsi makan menyebabkan pertambahan berat tubuh, yang akan memudahkan terjangkit penyakit rasa nyeri dipersendian dan penyakit perut.

Secara teori agar manusia terhindar dari rasa nyeri di persendian seyognyalah ia menurunkan berat badan dari ukuran tinggi badan kira-kira 100, atau dalam teori matematika jika kita rumuskan tinggi badan itu dengan 100 + N cm, maka tinggi badan ini harus seimbang dengan N kg.

Maka jika berat badan melebihi dari N kg, maka manusia akan mudah terhinggap rasa nyeri di persendian. Artinya, jika tingga badan manusia mencapai 180 cm (100 + 80 cm), maka idealnya berat badan harus mencapai 80 kg. Jika berat badan melebihi 80 kg maka persendian akan mudah terserang penyakit.

Jadi mesti adanya aturan distribusi dan asimilasi makanan, minuman dan oksigen. Dan inilah yang ditegaskan oleh ilmu pengetahuan modern dengan peralatan yang canggih dan teliti, serta setelah kemajuan ilmu sel, biokimia dan lain sebagainya dari ilmu-ilmu biologi dan biokimia.

Dan segala sesuatu yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern sesuai dengan sabda Rasulullah SAW sejak 14 abad yang lalu. "Dan hendaklah anak cucu Adam tidak memenuhi perutnya dengan kejelekan, maka jika tidak mampu untuk berbuat maka 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3 untuk napas." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim)

Beliau bersabda, "Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali jika terasa lapar dan jika kami makan maka kami tidak kenyang."

Sabda ini beliau lontarkan sejak 14 abad silam, sedangkan beliau seorang yang ummi, tidak mampu membaca dan menulis. Dan tak seorang pun pada masa itu yang mengetahui tentang ilmu sel, biokimia atau asimilasi makanan!

Itu adalah perkataan yang terlontar dengan kebenaran pengucap, dan beliau benar-benar utusan Allah SWT.
Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

TULANG SULBI

REPUBLIKA ONLINE
rioardi.wordpress.com
Sunnah dan Sains: Tulang Sulbi
Tulang sulbi atau tulang ekor (ilustrasi)

Kamis, 25 Agustus 2011 08:28 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Setelah terjadinya proses penyuburan melalui penyatuan air mani dengan indung telur di atas pembuluh telur yang menjadi sel janin pertama, dan unsur keturunan terus mengalami pengembangan di dalam janin itu sebagai hasil dari pertemuan dua unsur bapak dan ibu.

Dan pencampuran dua unsur tersebut akan membentuk rentetan kehidupan yang sempurna bagi makhluk hidup yang terjadi berdasarkan seluruh proses pertumbuhan, percampuran janin dan proses kehidupan yang penting bagi kehidupan setelah itu.

Lalu proses pertumbuhan janin dimulai dengan pembentukan pita janin, yang terdiri dari lapisan luar janin “okstodrm“ dan lapisan menengah “mizodrm” dan lapisan dalam “ondodrm“, kemudian setelah itu membentuk seluruh anggota tubuh janin.

Jika terdapat penyakit dalam pembentukan pita janin itu, menyebabkan pembentukan lapisan-lapisan janin dan proses pertumbuhan janin akan gagal, hingga perkembangan pembentukan pita janin merupakan asas dalam pembentukan sel janin. Karena pita janin merupakan pemegang semua pemekaran produksi sel, dan yang dimaksud dengan pembentukan sel yaitu tidak adanya pemekaran yang membentuk seluruh anggota tubuh janin, hingga proses pembentukan janin menjadi gagal.

Adapun pembentukan anggota tubuh janin dari lapisan-lapisan janin terdiri dari:
1) Lapisan luar terdiri dari kulit, sistem saraf, saluran pencernaan makanan dan prangkatnya. 2) Lapisan tengah terdiri dari hati, saluran darah, selaput jantung dan selaput paru-paru. 3) Lapisan dalam mencakup seluruh anggota seperti seluruh perkakas tubuh, dan kelenjar kelamin.

Setelah minggu keempat pita janin berhamburan dan bersembunyi di kawasan tulang ekor janin lalu bersembunyi di dalam satuan yang tumbuh, disebut juga "Ajbu Al-Janin". Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengisyaratkan pada urgensi dan fungsi tulang sulbi ini. sebagaimana yang tertuang dalam sabdanya: "Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan dibangkitkan." (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Penjelasan di atas mengisyaratkan pada pentingnya tulang sulbi terhadap pita janin dalam pembentukan anggota tubuh janin, sebagaimana dalam sabda Nabi tersebut "sebab itu manusia diciptakan". Dan yang tersisa dari pita yang membawa rentetan pembentukan kehidupannya akan dibangkitkan pada hari kiamat, sebagaimana dalam sabda Nabi SAW "dan sebab itu pula manusia dibangkitkan".

Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

KHASIAT BUAH KURMA

REPUBLIKA.CO.ID
tajagroproducts.com
Sunnah dan Sains: Khasiat Buah Kurma
Buah kurma

Senin, 22 Agustus 2011 07:30 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

"Jika Nabi Muhammad Saw mengatakan ini, maka sangat layak untuk kita ikuti." (Oreintalis Bernand Shou)

Dari sekumpulan sabda-sabda Rasulullah SAW yang terdapat kandungan ilmu pengetahuan, adalah sabdanya:

"Rumah yang tidak terdapat kurma melaparkan penghuninya." (HR Ibnu Majah)

"Sesungguhnya pada kurma Aliyah terdapat penawar penyakit."
(HR Muslim dan Ahmad)
Kalimat-kalimat yang sangat singkat namun mengandung makna yang sangat mendalam dari sisi ilmu pengetahuan. Dan riset telah membuktian keistimewaan hadits Nabi ini.Bahwa kurma mengandung unsur-unsur gula yang sangat tinggi hingga mencapai 70 persen, juga mengandung 3 persen protein dan 1 persen lemak. Kurma juga mengandung unsur potasium dan magnesium hingga buah ini sangat ampuh untuk pertahanan tubuh dari penyakit kanker.

Maksud dari kurma mengandung 70 persen gula, bahwasannya prosentase aliran panas akibat memakan kurma sangat besar. Sehingga energi yang dihasilkan oleh kurma pun sangat besar.

Energi yang terkandung dalam sel-sel tubuh manusia akan memberikan daya dan rasa hangat yang lebih, sebagaimana energi tersebut akan membuat kenyang pemakannya karena kurma memberikan aliran panas yang cukup.

Oleh sebab itulah Rasulullah SAW senantiasa memulai berbuka puasa dengan kurma.  Lalu kita bertanya, "Apakah Nabi Muhammad SAW seorang dokter atau seorang peneliti dalam ilmu kimia hingga beliau bersabda seperti ini?"

Juga beliau tidak pernah meminta fatwa kepada seorang pun tentang masalah ini, atau apakah anda melihat bahwa Nabi Muhammad tidak mengetahui sesuatu yang akan terjadi terhadap dakwahnya, kalau seandainya laboratorium ilmu pengetahuan menegaskan adanya kesalahan pada sabdanya.

Ketahuilah, bahwa pada hakekatnya yang berkata demikian bukanlah Muhammad SAW, akan tetapi Allah SWT, sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.

Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

SIWAK

republika.co.id
Republika/Musiron
Sunnah dan Sains: Siwak
Penjual siwak di Makkah
Rabu, 24 Agustus 2011 08:31 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Rasulullah SAW selalu memakai siwak, dan beliau telah berwasiat untuk memakai siwak dalam beberapa haditsnya, di antaranya:

Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Kalaulah aku tidak memberatkan terhadap umatku—atau manusia seluruhnya—maka aku perintahkan mereka untuk memakai siwak setiap shalat." (HR Bukhari-Muslim)

Dari Aisyah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Siwak adalah pembersih mulut dan membuat ridha Tuhan." (HR Nasa`i dan Ibnu Khuzaimah)

Inilah yang diucapkan oleh Rasulullah SAW sejak 14 abad silam. Akan tetapi apa yang ditemukan oleh penilitian-penelitian kedokteran yang berkenaan dengan tanaman tentang siwak di abad 20 ini?

Penelitian kedokteran yang berkenaan dengan tanaman telah menemukan bahwa siwak mengandung unsur-unsur pencegah penyakit kanker. Sebagaimana pada siwak jenis India yang terbukti secara ilmiyah mengandung minyak yang bekerja menjaga gusi dari radang, bahkan menjadi penawar gusi yang terserang radang.

Berdasarkan manfaat siwak ini banyak perusahaan-perusahaan yang mencampurkan olahan siwak dalam pasta gigi agar bekerja untuk pencegahan atau pengobatan radang gusi.

Juga siwak merupakan unsur yang mencegah gigi dari pembusukan secara sempurna. Dan mayoritas penduduk asli daratan Barat Afrika dan sebagian kawasan Asia Tenggara memakai siwak, sehingga mereka tidak pernah terserang penyakit pembusukan gigi atau radang gusi.

Lalu apa yang kita katakan setelah ini? Apakah Muhammad SAW seorang dokter spesialis ramuan tumbuhan atau spesialis mulut dan gigi atau ilmu farmasi? Seorang yang "ummi" tidak mampu membaca dan menulis telah berkata demikian sejak 14 abad yang silam.
Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Jumat, 02 September 2011

PENUAAN, ANTARA PERLINDUNGAN DAN PENGOBATAN

http://a.img-dpreview.com
Sunnah dan Sains: Penuaan, Antara Perlindungan dan Pengobatan
Wajah tua (ilustrasi)
Republika Online
Jumat, 26 Agustus 2011 17:00 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Penuaan merupakan proses biologis disebabkan karena sel-sel hidup sudah tidak ada lagi, dan dapat mengakibatkan sel-sel tersebut tidak berfungsi secara optimal akibat penumpukan unsur-unsur yang hilang. Hal ini akan mengakibatkan kematian karena sulit menghilangkan pengaruh unsur-unsur ini, akan tetapi bisa menghindari kemungkinan negatif pada sel di saat tua melalui pengaktifan sel untuk membersihkan sel-sel dari unsur-unsur yang merugikan tatkala pembentukan awal, juga guna menjaga stabilitas akfitas sel.

Para pakar psikologi dan kimia berusaha untuk menciptakan unsur-unsur penawar yang dapat mencegah keseimbangan sel dengan cara membersihkan sel dari sisa-sisa asimilasi. Serta mereka mengharapkan mampu menciptakan obat yang menjaga sel dari sebab-sebab penuaan.

Dan mereka belum menyakini proses penyembuhan penuaan sel serta pencegahannya kecuali setelah kemajuan ilmu pengetahuan dan munculnya ilmu tentang sel dengan segala permasalahan dan teknologinya. Akan tetapi Rasulullah SAW telah menuturkan hal tersebut melalui sabdanya, "Carilah obat wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak memberikan satu penyakit pun melainkan Dia telah memberikan penawar (obat) kecuali penyakit pikun." (HR Bukhari)

Dan yang dimaksud dengan penyakit pada hadits ini adalah kondisi kurang fit, dan tak ada satu obat pun yang mampu menyembuhkan penyakit penuaan. Yang demikian merupakan batasan waktu untuk penggunaan obat. 

Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Kamis, 01 September 2011

SARANG DAN MAKANAN LEBAH

madebypakistan.com
Alquran dan Sains: Sarang dan Makanan Lebah
Lebah dan sarangnya (ilustrasi)

Republika Online
Senin, 15 Agustus 2011 08:01 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Sebagaimana kita ketahui, lebah merupakan binatang yang dikelompokkan ke dalam binatang jenis serangga (hymenoptera). Karena keunikannya, lebah telah banyak diteliti oleh para ilmuwan.

Di antaranya berkenaan dengan struktur sosial yang berlaku di tengah-tengah mereka, kelompok-kelompok lebah yang terdapat di kerajaan lebah yang berinterkasi secara menakjubkan, mekanisme kehidupan mereka berdasarkan fungsi fisiologisnya, cara lebah dalam beradaptasi dengan lingkungannya dan cara mereka dalam menentukan tempat yang akan dijadikan sebagai sarangnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para ilmuwan menyimpulkan bahwa lebah lebih menyukai tempat yang tenang untuk digunakan sebagai sarangnya. Yaitu tempat yang tidak dihuni oleh binatang lain yang dapat membahayakan kehidupan mereka, seperti gunung, khususnya pada bagian puncak, rongga atau lubang yang terdapat pada pepohonan dan di gubuk-gubuk yang telah ditinggalkan manusia.

Penelitan juga membuktikan bahwa lebah termasuk binatang yang memiliki banyak sumber makanan. Di antaranya lebah bisa mengambil makanannya dari berbagai sari bunga yang memberinya kekuatan bagi daya tahan tubuhnya. Ketika satu bunga sudah mulai layu, lebah akan pindah ke bunga selanjutnya untuk menghisap sarinya, sehingga ia dapat terus mempertahankan hidupnya.

Bukti di atas kita dapatkan juga dalam Alquran yang telah meringkasnya dalam ungkapan yang singkat. Padahal di negara Arab, di mana Alquran diturunkan, tidak terdapat lebah karena tidak adanya lingkungan yang cocok untuk mereka tempati. Karenanya, bagi orang Arab akan sulit untuk memberikan penjelasan tentang apa yang tidak mereka ketahui dan tidak mereka lihat.

Namun Nabi Muhammad SAW dengan wahyu yang diterimanya dari Allah SWT telah menjelaskannya secara tepat. Hal ini membuktikan bahwa Alquran, bukan karangan Muhammad SAW. Akan tetapi wahyu dari Allah SWT yang telah menciptakannya dan menciptakan semua apa yang terdapat di dunia ini.

Dalam ayat 68-69 surah An-Nahl Allah SWT berfirman: "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian, makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar, minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia."

Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

KEHIDUPAN SOSIAL SEMUT

semutapi-fireants.blogspot.com
Alquran dan Sains: Kehidupan Sosial Semut
Kehidupan sosial semut (ilustrasi)

Republika Online
Rabu, 17 Agustus 2011 13:02 WIB
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Di masa lalu, Para ilmuwan, meyakini bahwa kehidupan binatang yang termasuk kelompok serangga berjalan atas dasar insting belaka, dan bukan berdasarkan suatu sistem perilaku yang teratur dan tertib.

Namun setelah dicapainya kemajuan dan perkembangan pengetahuan tentang dunia serangga, yang didasarkan pada ilmu fisiologi yang membahas fungsi setiap anggota tubuh yang dimilikinya, juga ilmu genetika, para ilmuwan mendapatkan bahwa kehidupan serangga berjalan di atas dasar fungsi-fungsi tertentu—sesuai dengan sifat genetika yang mengatur perilakunya.

Salah satu jenis serangga yang menarik penelitian mereka adalah semut. Di mana jenis serangga ini memiliki sistem kehidupan yang tertib yang membatasi perilaku tiap-tiap anggota masyarakatnya. Untuk tempat tinggalnya, semut biasanya hidup secara berkelompok di suatu tempat tertentu. Di mana terkadang, sekelompok semut bisa memenuhi satu lembah yang luas sebagai tempat tinggal mereka.

Mereka hidup atas dasar kerjasama di antara sesama anggota kelompok. Ketika mereka dihadapkan pada rintangan yang berupa air, misalnya, maka semut-semut yang muda, khususnya yang jantan dan memiliki badan yang kuat akan membangun suatu jembatan dengan cara mengaitkan kaki mereka masing-masing, sehingga semut-semut yang lemah dan terluka serta yang sudah tua atau masih kecil, bisa melewati rintangan itu dengan selamat. Pembuatan jembatan ini adalah merupakan perintah dari seorang ratu semut yang memimpin kerajaan mereka.

Yang unik, di kerajaan semut pun terdapat ‘majelis syura’ yang anggota-anggotanya bertugas untuk memberikan masukan kepada ratu, dalam menetapkan setiap keputusan yang akan diambilnya, terlebih pada saat-saat genting.

Di kerajaan semut ini, yang menjadi pemimpin adalah semut betina dan bukan semut jantan. Karenanya mereka hanya memiliki ratu, dan tidak memiliki raja. Fenomena ini, merupakan hal yang biasa terjadi dalam kelompok serangga. Adapun sebabnya, dikarenakan bentuk tubuh sang ratu yang besar dan peranan penting yang dimainkannya. Di mana serangga jantan memiliki peranan yang kurang penting dibanding peranan serangga betina.

Para betina memiliki tugas antara lain; mendidik, menjaga dan mengawasi pertumbuhan anak-anaknya, menyiapkan dan menyimpan persedian makanan. Adapun jantannya, hanya bertugas untuk mempertahankan dan membela kehidupan mereka. Untuk itu, mereka akan mendapatkan imbalan dengan dipenuhinya semua kebutuhan pokok mereka tanpa harus berpayah-payah bekerja. Semua ini berjalan berdasarkan perintah dari ratu dan para pembantunya.

Tentunya, interaksi yang terjadi antara sesama semut membutuhkan suatu media komunikasi. Dan sesuai penelitian, terdapat bukti bahwa semut ini mempunyai ‘bahasa khusus’ yang mereka gunakan untuk saling berkomunikasi di antara sesama mereka, sehingga kehidupan mereka bisa berjalan secara teratur dan tertib.

Alquran, secara menakjubkan telah membuka tabir rahasia kehidupan semut ini, sejak empat belas abad yang lalu. Hal itu kita dapatkan dalam firman Allah SWT di surah An-Naml ayat 18: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya. Sedangkan mereka tidak menyadari."
Dalam ayat di atas, kita mendapatkan bahwa Alquran telah  membicarakan tentang sistematika yang mengatur kehidupan semut yang berjalan sesuai dengan sistem yang telah disepakati di antara mereka. Termasuk tentang struktur tempat tinggal mereka yang dibangun dengan teknik arsitektur yang teliti, disesuaikan dengan lingkungan di mana mereka tinggal. Hal ini tercermin dalam firman Allah SWT: "udkhuluu masaakinakum".

Demikianlah, semua apa yang dijelaskan di atas, merupakan bukti kebenaran bagi Alquran sebagai wahyu Ilahi.

Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Sabtu, 27 Agustus 2011

KBI-08

Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini. {'Aidh al-Qarni}

SYAIR MUHAMMAD IQBAL

Syair Muhammad Iqbal
 
Tak ada tempat di jalan ini. 
Mereka yang bergerak, 
mereka yang maju ke muka. 
Mereka yang berhenti, 
sejenak sekalipun, 
pasti tergilas.

Opick Feat Mellly Goeslaw "Takdir"